Wednesday, July 18, 2012

Bireuen Butuh Pemimpin Seperti Geuchik Tanggal 16

Oleh : Faurizal Moechtar
Bireuen adalah satu diantara enam Kabupaten yang tidak menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara bersamaan dengan Pemilihan Gubernur Aceh dan dengan 17 (tujuh belas) Kabupaten lainya di Aceh, terkesan ada keunikan tersendiri di kabupaten ini, andai saja PILGUB dilaksanakan tepata waktu, maka setiap tahun-nya ada PEMILU di Kabupaten Bireuen kecuali tahun 2013 itu pun kalau tidak ada pemilhan ditingkat mukim dan Gampong.

Pada tahun 2009 Pemilu Legeslatif, pada Tahun 2010 Pemilu Presiden, pada tahun 2011 Pilkada Gubernur dan Pada Tahun 2012 Pilkada Bupati, pada tahun 2013 Pemilihan Mukim/geuchik dan 2014 Pemilu legeslatif lagi. Karenanya wajar bila kita berharap lebih pada masyarakat Kabupaten ini untuk lebih cerdas dalam menetukan pilihan pada Pemilihan Bupati dan wakil bupati yang akan diselengarakan dalam waktu dekat ini, dan kita juga berharap “Masyarakat bukan hanya dapat mencoblos dengan benar tapi juga mampu menentukan pilihan yang Tepat”. Amin.

Tahapan demi tahapan Pilkada kabupaten Bireuen terus berjalan, dan Alhamdulillah Masyarakat telah menentukan pilihannya kemarin tanggal 25 Juni 2012 untuk kepemimpinan Kabupaten Bireuen lima tahun mendatang. Secara resmi KIP Kabupaten Bireuen belum mengumumkan pasangan nomor berapa pemenangnya.


Walaupun sudah bisa dipastikan siapa pemenangnya, sedikit elok untuk dikaji “sosok seperti apakah yang diharapkan oleh mesyarakat Kabupaten Bireuen yang kira-kira dapat membawa Kabupaten itu kearah yang lebih baik..?”.

Sebagai Bakal calon wakil Bupati Bireuen 2012-2017 yang gagal sebagai calon karena kedaifan Pelaksana PILKADA Kabupaten Bireuen dalam memahami Peraturan Komisi Independen Pemilihan Aceh Nomor 12 tahun 2011 tentang tata cara pemilihan kepala daerah tahun 2011 , saya dalam hal ini pernah melakukan Survei Nonformal, Survei nonformal yang saya maksud adalah survey yang tidak terencana secara sistemati, dan tidak memakai metodelogi akademis. Sampel Survei ini diambil secara Random pada 20 (dua Puluh) kelompok julojulo binaan saya yang tersebar di 17 kecamatan dalam kabupaten Bireuen.

Dari sejumlah pertanyaan yang saya ajukan, terungkap bahwa masayarakat kabupaten Bireuen merindui Kepemimpinan seperti kepemimpinan Bupati definitif yang pertama yaitu Bapak Bupati Mustafa A. Geulanggang. Mustafa A. Gelanggang dianggap sosok yang paling ideal sebagai memimpin Bireuen kembali, beliau telah membuktikan di periode sebelumnya, beliau mempunyai Jaringan yang luas, beliau dinilai sukses membawa pulang APBN yang besar ke Bireuen.

Ketika ditanya “ Bukankah Bapak Mustafa bermasalah dengan korupsi yang terkait dengan kas Bon..?”, jawabanya itu adalah Itu adalah konsekwensi dari manufer kepemiminan daerah, masyarakat Bireuen tidak menghukum Pak Mustafa secara Moral, dia adalah pahlawan bagi Bireuen yang berani mengabil resiko untuk pembangunan kabupaten yang baru saja merdeka dari kabupaten Aceh Utara waktu itu. Lalu terkait dengan kebijakannya yang kemudian menjadi masalah hukum, Pak Mustafa tidak pernah buang badan, dia telah mempertanggungjawabkan didepan pengadilan.
Intinya kita ‘Bireuen’ butuh pemimpin yang bukan hanya dapat mengelola sumber yang sudah ada ‘ata nyang Kana’, namun dapat dan berani menggali sumber-sumber lain untuk kemajuan kabupaten ini kedepan, ya…paling tidak seperti Geusyik jino lah (Kepala desa sekarang), Geuchik yang menjabat Pasca tanggal 15 Agustus 2005 atau sebut saja dengan istilah Geuchik Tanggal 16. UUPA yang merupakan turunan dari MOU Helsinky telah memberikan keleluwasaan kepada Geuchik sebagai Kepala Badan Eksekutif Gampong dalam penyelenggaraan Pemerintahan Gampong untuk berkarya yang tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Geuchik yang menjabat pasca penandatanganan MOU Helsinky terbukti lebih kreatif, berani mengambil kebijakan yang tepat, yang siap melobi Kepala Dinas, siap menghadap Bupati, bahkan rela meluangkan waktu berhari-hari untuk mendapatkan kesempatan ketemu dengan Gubernur secara langsung.
Mustafa A. Gelanggang dianggap mempunyai kriteria seperti Geusyik tanggal 16, kepemimpinan beliau adalah sosok yang dirindui oleh masyarakat, adalah wajar bila semua calon Bupati Bireuen memposisikan Mustafa A. Geulanggang sebagai Saingan terberat pada pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bireuen untuk periode 2012-2017, maka tak perlu heran bila Gusmus lengser dari Gelanggang perebutan kekuasaan di Kabupaten Bireuen.

Andai saja konspirasi besar tidak menggagalkan saya sebagai Calon Wakil Bupati yang berpasangan dengan Bapak Faisal Ridha, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama, mencari celah untuk dapat melawan Mustafa A. Gelanggang, paling tidak akan meresesifkan prestasi-prestasi Mustafa sebagai lawan kuat dan akan memunculkan kelebihan pangasangan saya sebagai Kandidat.

Kemarin, hanya delapan pasangan yang dapat ikut berkompetisi, setelah Pasangan Husaini M. Amin-Yusri gagal karena tidak mengikuti tahapan tes kesehatan, dan pasangan Mustafa A. Gelangang- Anwar yang dinyatakan gagal karena terkait masalah tindak pidana korupsi.

Kedelapan pasangan tersebut mempunyai basis massa, Prestasi dan kelebihan masing-masing, Pasangan nomor Urut 1 misalnya, Anwar yang berpasangan dengan Iskandar Yusuf, Anwar adalah mantan Camat di kecamatan Juli sedangkan Iskandar Yusuf adalah mantan Kapala Deperindagkop. Kabupaten Bireuen.

Nomor Urut 2 adalah Pasangan Saifuddin Muhammad dengan Rosnany Bahruny juga tidak kalah hebat dibanding dengan pasangan lainya, Saifuddin dan Rosnany keduanya adalah anggota DPRK aktif, Saifuddin dari Partai lokal PBA dan Rosnany dari Partai Amanat Nasional.

Selanjutnya Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati nomor Urut 3, Hamdani Raden yang bepasangan dengan Murdani Yusuf, Hamdani Raden adalah mantan Bupati pertama di Kabupaten Bireuen, sedangkan Murdani adalah anggota DPRK dan Ketua DPC. PPP Kabupaten itu. Kemudian nomor urut 4 adalah pasangan Husaini Ilyas merupakan Mantan anggota DPRK dari Partai Aceh yang berpasangan dengan Razuardi Ibrahim Mantan Sekda Kabupaten Bireuen.

Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bireuen yang juga sangat diperhitungkan adalah pasangan yang diusung oleh Partai Aceh, partai pemenang pemilu pada Pemilu legeslatif 2009 yang lalu, yaitu Ruslan M Daud dan Mukhtar Abda, pasangan ini mengantongi nomor urut 5.

Pasangan nomor urut 6 adalah pasangan incumbent yaitu Nurdin Abdurrahman dengan Zakwan Usman, pasangan ini tidak boleh disepelekan, disamping Nurdin yang masih menjabat sebagai Bupati, Nurdin juga didamping oleh Zakwan yang juga mantan Pejabat Teras di Kabuapten Bireuen. Sedangkan pasangan nomor urut 7 adalah pasangan Munawar Yusuf dengan Hasan Basri Djalil, Munawar Yusuf adalah Politisi dari PAN, sementara calon wakilnya Hasan Basri Djalil adalah mantan Sekdakab. Kabupaten Bireuen.

Yang terakhir adalah pasangan Amiruddin Idris dengan Muhammad Arif, pasangan ini juga sangat diperhitungkan oleh lawan politik, Amiruddin selain mantan wakil Bupati pada masa kejayaan Mustafa A. Gelanggang beliau sekarang masih menjabat Rektor di Univ. Al-Muslim Matang Geulumpang Dua, akademisi dan Politisi ini di dampinggi oleh Muhammad Arif mantan Calon Anggota DPRK kabupaten Bireuen dari Partai Aceh.

Kedelapan pasangan calon yang ikut berkompetisi memperebut Bireuen satu dan Bireuen dua itu adakah sosok yang memiliki kepemimpinan seperti Geuchik tanggal 16, dan kita berharap masyarakat Bireuen sudah menentukan pilihan yang benar, Pemimpin sebagai Inspirator, Pimimpin Sebagai Motivator, pemimpin yang bukan hanya duduk manis dikantor.
Walllahualam bissawaf.

PENULIS adalah Wakil Ketua IMKB (Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen) Banda Aceh

No comments:

Post a Comment